cara menghitung weton

Seperti Inilah Cara Menghitung Weton Tentang Jodoh

Apakah kamu termasuk orang Jawa? Jika iya, tentunya kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah weton bukan? Bagi sebagian masyarakat Jawa, perhitungan weton sering dijadikan dasar pengambilan sebuah keputusan. Ya, mulai dari karir, masa tanam, hingga jodoh. Istilah weton itu sendiri adalah gabungan antara hari (Minggu, Senin, Selasa, dan seterusnya) dan pasaran (Kliwon, legi, pahing, pon, dan wage), ketika bayi dilahirkan.

Dalam kepercayaan orang-orang Jawa, manusia terlahir dengan memiloiki potensi energy yang berpengaruh terhadap wataknya masing-masing. Guna mengetahui watak-wataknya, mereka pun akan menggunakan perhitungan weton. Hal tersebut nantinya akan dijadikan patokan dalam penentuan berbagai hal.

Pada umumnya, ketika sepasang kekasih yang akan melanjutkan hubungannya ke jenjang pernikahan, maka kerabat yang lebih tua akan menanyai perihal hari lahir kedua pasangan tersebut. Selain bertujuan untuk memperkirakan kecocokan diantara pasangan, perhitungan weton ini juga bertujuan untuk menentukan tanggal baik persemian hubungannya. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai cara menghitung weton tentang perjodohan, mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Weton tentang jodoh bisa didapat dengan cara melihat perhitungan hari lahir diantara kedua pasangan. Pertama-tama, tentukan dulu neptu kamu dengan pasanganmu. Contohnya, jika kamu adalah pria yang lahir di hari Senin Legi, maka neptunya adalah 4 + 5 = 9. Apabila pasangan wanitamu lahir di hari Kamis Wage, maka perhitungannya adalah 8 + 4 = 12. Setelah itu hasil neptu masing-masing dijumlahkan, yakni 9 + 12 = 21. Adapun mengenai langkah perhitungan selanjutnya dengan cara mencocokkan hasil penjumlahan tersebut dengan artinya seperti berikut:

  • Pegat (Hasil penjumlahan 1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36)

Berbagai masalah kerap dialami oleh pasangan “Pegat” di kemudian hari, seperti masalah ekonomi, jabatan, serta perselingkuhan yang bisa memicu perceraian (pegatan).

  • Ratu (Apabila hasil penjumlahannya adalah 2, 11, 20, 29)

Pasangan “Ratu” menandakan kecocokkan diantara sepasang kekasih. Mereka pun nantinya akan dihargai dan disegani oleh para tetangga dan lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Pasalnya, pasangan “Ratu” ini selalu hidup rukun dan harmonis sehingga akan membuat banyak orang merasa iri dengannya.

  • Jodoh (Apabila hasil penjumlahannya adalah 3, 12, 21, 30)

Sesuai dengan namanya, pasangan “Jodoh” ini memang sudah cocok dan berjodoh. Sehingga, mereka pun akan selalu menerima semua kelebihan dan kekurangan masing-masing. Menurut kepercayaan orang-orang Jawa, pasangan “Jodoh” ini bisa langgeng hingga tua nanti lho.

  • Topo (Apabila hasil penjumlahannya adalah 4, 13, 22, 31)

Dalam membangun dan membina kehidupan rumah tangga, biasanya pasangan “Topo” ini akan dihadapkan pada berbagai masalah di awal musim. Ya, masalah tersebut mulai dari ekonomi, salah paham, dan lain sebagainya. Mengapa bisa demikian? Pasalnya, pasangan “Topo” tersebut masih mencoba untuk saling memahami satu sama lainnya. Seiring dengan berjalannya waktu, pasangan “Topo” akan bahagia. Ketika dikaruniai seorang anak dan cukup lama berumah tangga, pasangan ini akan hidup sukses dan bahagia.

  • Tinari (Apabila hasil penjumlahannya adalah 5, 14, 23, 32)

Pasangan “Tinari” akan mendapat kebahagiaan, yang berupa kelancaran rezeki serta berbagai keberuntungan lainnya.

  • Padu (Apabila hasil penjumlahannya adalah 6, 15, 24 33)

Menurut perhitungan weton, pasangan “Padu” akan sering dihadapkan pada pertikaian hanya karena hal-hal sepele. Kendati sering bertengkar, namun pasangan ini tidak akan sampai bercerai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *