Tanya Dokter Kandungan – Telat Haid Belum Tentu Hamil!

Salah satu indikator kehamilan adalah terlambat datang bulan. Sebagai calon ibu, Anda pasti sering melakukan perhitungan kalender kehamilan sambil memperhatikan perubahan kondisi tubuh Anda. Namun, tidak semua telat menstruasi serta merta dikatakan hamil. Ada beberapa indikator lainnya yang harus dipenuhi. Jadi, meskipun Anda sudah merasakan beberapa gejala kehamilan, Anda harus menunggu setidaknya dua minggu dari tanggal ovulasi. Kenapa demikian? Begini rangkuman yang Kami dapatkan dari sesi “Tanya Dokter Kandungan” di Prenagen.

Tanda-tanda Kehamilan Yang Wajib Anda Tahu

Menurut dr. N.B.donny A.M.,spOG, batas normal siklus menstruasi adalah 22-35 hari. Misalnya, apabila seorang ibu mencatat tanggal menstruasi terakhirnya yaitu 8 Juni 2021, lalu ia mengalami beberapa gejala seperti payudara mulai membesar, perut terasa kram dan sedikit nyeri di tanggal 13 Juni 2021, kemungkinan besar tidak hamil, karena pada tanggal ini wanita tersebut masih belum masuk kategori telat menstruasi.

Namun, apa bila tanggal menstruasi terakhir adalah 8 Mei 2021 misalnya, lalu tanggal 13 Juni 2021 masih belum haid juga, maka kemungkinan kehamilan lebih tinggi.

Nah salah satu cara paling efektif dalam pemeriksaan kehamilan yaitu dengan melakukan tes hormon Beta-HCG menggunakan test pack. Tes ini bisa dilakukan secara mandiri. Cara lain yang bisa dilakukan yaitu dengan melakukan USG perut atau vagina. Untuk wanita yang sedang mengalami fase awal kehamilan disarankan melakukan USG vagina supaya kondisi genitalia lebih jelas.

Apa bila ternyata hasilnya negatif, kemungkinan wanita ini mengalami gangguan pemecahan sel telur dan bila hasilnya positif, maka dikatakan hamil.

Apa Saja Gejala Utama Kehamilan?

Gejala kehamilan setiap orang mungkin saja berbeda. Beberapa wanita mungkin tidak mengalami gejala umum yang Kami tulis berikut. Yang terpenting, jangan membandingkan gejala kehamilan Anda dengan yang lain, karena belum tentu sama.

  • Telat Haid – Terlambat datang bulan merupakan pertanda umum kehamilan.Salah satu konsepsi yang paling absolut yaitu tubuh Anda berhenti melakukan ovulasi yang artinya, tubuh Anda berhenti meneruskan siklus menstruasi sampai bayi lahir. Meski demikian, telat menstruasi bukan berarti hamil. Bisa jadi Anda mengalami stres, mengalami perubahan berat badan yang drastis, hormon tidak stabil dan lainnya.
  • Sering Buang Air Kecil – Salah satu gejala kehamilan lain yang sering muncul yaitu seringnya buang air kecil. Hal ini bisa terjadi apa bila Anda memiliki lebih banyak darah dalam tubuh Anda. Salah satu tanda kehamilan adalah pasokan darah Anda naik signifikan sehingga ginjal memiliki lebih banyak darah untuk disaring. Sehingga, produk akhirnya kemudian dibuang dalam bentuk air seni. Semakin banyak darah dalam tubuh Anda, maka semakin sering Anda buang air kecil.
  • Kelelahan – Banyak wanita yang mengeluhkan kalau mereka mengalami capek luar biasa saat mengalami kehamilan. Tanda kehamilan ini terjadi karena naiknya hormon progesterone. Meski demikian, kelelahan ini mulai membaik di trimester kedua pada umumnya.
  • Morning Sickness – Kondisi ini ditandai dengan rasa mual luar biasa. Bahkan ada yang muntah. Dalam masa kehamilan, hal ini normal, hanya saja Anda harus lebih banyak minum air.
  • Payudara Kram – Anda akan mengalami perasaan payudara yang lebih besar dan kencang. Kalau disentuh terasa kaku dan sakit. Rasa kram ini umumnya lebih mirip dengan tanda-tanda menstruasi. Puting susu akan mulai gelap dan membesar. Jangan khawatir, karena kram payudara ini akan pudar dalam beberapa waktu.

Nah, itulah rangkuman singkat tentang gejala umum masa kehamilan. Pastikan Anda mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut bila mengalami gejala di atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *